Assalamu’alaikum takdirku…
Ijinkan aku bercerita kepadamu hari ini
Atas sepi yang selalu menggelayuti
Atas nyeri yang tak terperi
Atas gundah yang tak bertepi
Takdirku….
Izinkan aku mengurai lembar-lembar kehidupanku beberapa waktu ini
Sepi rasanya Takdirku. Dua hari lagi aku akan melangkahkan kaki, menjejak bumi baru. Meretas asa baru. Tapi Takdirku…aku akan sendirian menjejak bumi baru itu. Tanpa kawan, tanpa saudara. Bahkan seorang pengantar pun Takdirku… Maukah kau mengantarku??walau hanya dengan tatapan matamu?? Walau hanya lewat doa-doamu??
Takdirku… rasanya sepi ini bergulung-gulung dalam dada. Nyeri atas kesepian ini menutup semua permukaan hati dan jiwaku, hingga hanya mendung yang tercipta… Kesendirian ini memperlebar ruang hampa kalbuku… Kuadukan padaNYA… Kuminta DIA menemaniku dalam setiap helaan nafasku… Kuminta DIA menjagaku disetiap detik yang kulalui… Doakan aku takdirku…Doakan aku bisa melalui ini sendirian… Doakan aku selamat sampai tujuan
Takdirku….
Perasaan tercampakkan itu menghempas-hempas dadaku. Menggedor-gedor relung hatiku. Lalu menimbulkan tanya dalam benakku, adakah aku tak pernah mereka cintai?? Adakah aku tak pernah menyertai mereka dalam duka, hingga mereka pun tak sudi menemaniku dalam sepi??
Takdirku….
Beri aku dukungan. Biarkan sejenak semua ini kuadukan padamu setelah pengaduan panjangku padaNYA, walau sejatinya pun kau belum mampu mendengarku, karena keberadaanmu masih abstrak bagiku…
Takdirku….
Kemarilah… Ulurkan tanganmu… Biar kusambut dan kita akan berjalan berdua menyebrangi lautan hampa. Menuju semua mimpi kita…